Medan – Semangat menggali khazanah peradaban Al-Qur’an Nusantara terpancar dari antusiasme mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa saat mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan akademik tersebut menjadi bagian nyata implementasi kerja sama antara FUAD IAIN Langsa dan Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara dalam memperkuat pendidikan, penelitian, serta pengembangan literasi sejarah Islam berbasis pengalaman lapangan.
Didampingi dosen mata kuliah Filologi, Dr. Sumiyati, S.Pd., M.Si., bersama Sekretaris Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Nurul Husna, Lc., M.Th., para mahasiswa diajak menyelami kekayaan manuskrip Al-Qur’an, sejarah penyalinan mushaf, hingga dinamika perkembangan peradaban Al-Qur’an di Nusantara dari masa ke masa.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Wali Ramadhani, M.A., turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan akademik seperti ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Ia menilai, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori filologi dan studi Al-Qur’an di ruang kelas, tetapi juga perlu berinteraksi langsung dengan manuskrip, artefak, dan sumber sejarah Al-Qur’an agar memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap perkembangan tradisi keilmuan Islam di Nusantara.
Suasana museum berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa tampak aktif berdiskusi, mengamati koleksi mushaf kuno, artefak sejarah Islam, hingga mendalami proses konservasi manuskrip yang menjadi warisan intelektual penting umat Islam.
Dr. Sumiyati menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan pembelajaran filologi dan studi Al-Qur’an agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu berinteraksi langsung dengan sumber-sumber sejarah Al-Qur’an yang autentik.
“Mahasiswa perlu dikenalkan secara langsung dengan manuskrip dan sejarah Al-Qur’an agar tumbuh kesadaran untuk menjaga warisan intelektual Islam sebagai bagian penting dari peradaban dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Nurul Husna, Lc., M.Th., menilai kunjungan akademik tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam merealisasikan Nota Kesepahaman (MoU) antara FUAD IAIN Langsa dan Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai program akademik seperti penelitian bersama, seminar, pengabdian kepada masyarakat, hingga studi lapangan yang mampu memperkaya wawasan mahasiswa tentang sejarah dan peradaban Al-Qur’an Nusantara.
“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami sejarah, peradaban, dan nilai-nilai Al-Qur’an secara lebih mendalam,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FUAD IAIN Langsa kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang kontekstual, inovatif, dan berbasis pengalaman nyata. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, manuskrip, dan peradaban Al-Qur’an Nusantara sebagai warisan besar umat Islam.